Jumat, 24 Desember 2010

~ Sobat Muslimah,,YUK Tutup Aurat ~

"Katakanlah kepada wanita yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya..." (QS AN-NUUR : 31)

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu, dan istri-istri orang beriman,'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS AL-AHZAB : 59)

  • Wanita,,keindahannya memang telah digariskan oleh ALLAH sejak awal mula ia diciptakan. Bahkan ketika ADAM AS mendapatkan kesepian yang sangat ketika di syurga, ALLAH menjadikan wanita dari tulang rusuk kirinya yang paling bengkok untuk menjadi teman bermain ADAM AS di syurga. Namun, wanita juga merupakan salah satu ujian terberat bagi Lelaki. Sungguh, mereka takkan dapat mengelak ketika engkau berlaku manja padanya. Sungguh, hatinya akan tergetar ketika engkau bertutur lembut dengan suara nan mendayu di hadapannya. Sungguh, fikirannya akan melayang jauh ketika engkau menampakkan keindahan tubuh mu dihadapannya. Meskipun tidak secara langsung, tapi dengan berpakaian yang modis (bahasa kerennya sekarang, padahal dulunya disebut "pakaian jahiliyyah"), dan sedikit bahkan banyak menampakkan lekuk-lekuk tubuhmu..
  • Wanita,,bahkan seorang ahli ibadah pun, dengan mudah dapat engkau taklukkan. Jangan menjadikan dirimu sumber eksplorasi kecantikan modernis. Korban mode,, apalagi meniru-niru wanita kafir dengan gaya "kecentilan" mereka, yang memang indah dilihat, tapi dengan mudah merusak moral.
  • Wahai muslimah,,telah nyata bagi kita perintahNYA..Bahwa jika engkau memang indah maka ikutilah titah YANG MEMBERI KEINDAHAN,,Bahwa jika engkau memang cantik maka BERLOMBALAH UNTUK SELALU CANTIK DIHADAPANNYA..
  • Dengan begitu IA akan ridho atas keindahan dan kecantikan yang telah diberikanNYA padamu. Hingga IA dapat menatapmu dengan lembut dan penuh kasih ketika nanti di akhirat kita bertemu denganNYA. Engkau tahu duhai muslimah,,ketika engkau mengatakan engkau ISLAM,,maka disanalah fungsi iman berperan..

seperti telah IA seru pada QS AN-NUUR : 31 "katakanlah pada wanita beriman...dst"

disanalah fungsi iman, untuk menunjukkan ketaatan kita padaNYA..

seperti telah IA seru dalam QS AL-AHZAB : 59 "...supaya mereka lebih mudah dikenal,,dan tidak diganggu..."

Teringat sebuah kisah ketika suatu waktu pergi ke pasar bersama dua orang teman..

" Uni,mau kemana?? Kalau ke teluk bayur naik oplet ini..Ayo uni,naik naik.. " Kata seorang kernet oplet pada seorang wanita. Ia cantik, kulitnya putih bersih. Rambutnya hitam lurus,panjang sebahu. Namun,pakaiannya ketat, dan pinggulnya keliatan (mulus memang.. :P). Ketika sang kernet memintanya untuk naik oplet tersebut, ia mencolek sedikit pinggul si wanita tadi. Eeeeehh si wanita marah-marah sambil ngomel-ngomel..

" Berani-beraninya colek-colek gue,," sambil matanya melotot " emang gue cewek yang bisa dicolek-colek seenak hati loe",, ujarnya bersungut-sungut... Lalu sang kernet hanya menjawab dengan tertawa terbahak-bahak..

Ketika itu lewat pula seorang wanita berjilbab,,agak lebar,,pakaian longgar,,dan berjalan dengan tegas,,tidak berlenggak lenggok (seperti itik,,wek wek wek.. )

Lalu apa yang dikatakan sang kernet...

"Assalammu'alaikum uni,,mau kemana ? kalau ke teluk bayur naik oplet ini.. ayo silahkan uni"..

emmm..Jika hal diatas dapat menjadi pelajaran bagimu duhai saudariQ muslimah maka engkau akan dapat menilai betapa ALLAH hanya ingin melindungi kita dengan meminta kita menutup aurat..

Suatu waktu seorang adik bertanya pada kakaknya :

"Apa g panas uni pake jilbab begitu,udah di double terus panjang lagi..huft..padang kan gerah.. "

Hmm..Jika telah melakukan sesuatu ikhlas karenaNYA maka tidak akan ada yang sulit adikQ..

"Hai anak ADAM, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi aurat-aurat kamu, dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik." (QS AL-A'RAF : 26).

PAKAIAN TAQWA (LIBAAS AL-TAQWAA)

Mengisyaratkan pakaian ruhani. Rasulullah SAW melukiskan iman sebagai sesuatu yang tidak berbusana, sementara pakaiannya adalah taqwa. Pakaian taqwa apabila telah dikenakan seseorang,maka :

" Ma'rifat akan menjadi modal utamanya, pengendalian diri menjadi ciri aktivitasnya, kasih menjadi asas pergaulannya, kerinduan kepada ILLAHI menjadi tunggangannya, zikir menjadi pelipur hatinya, keprihatinan menjadi temannya, ilmu adalah senjatanya, sabar adalah busananya, kesadaran akan kelemahan dihadapan ALLAH adalah kebanggaannya, zuhud adalah perisainya, kepercayaan diri adalah harta simpanan dan kekuatannya, kebenaran adalah andalannya, taat adalah kecintaannya, jihad adalah kesehariannya, dan shalat adalah buah mata kesayangannya."

Jika pakaian taqwa telah menghiasi diri seseorang, akan terpelihara identitasnya, lagi anggun penampilannya.

So, sobat Muslimah..Apa lagi yang menghalangimu untuk berjilbab ??

Apa tidak mau terlihat indah dan cantik dihadapanNYA ??

"Berjilbab itu nanti susah diterima kerja lo.." atau "Berjilbab lebar itu membatasi jodoh..karena lelaki takut mendekat, liat jilbabnya aja udah serem.."

huft..sabaaaarrr...

: Membatasi Jodoh, BENAR !!! Membatasi jodoh hanya untuk lelaki yang baik,,jadi tak sembarang lelaki bisa mendekat,, INSYAALLAH,,Jika tlah berjilbab diri akan terjaga, wajah akan terlihat "tua" karena kedewasaan bersikap dan ketidak cerobohan dalam menilai sesuatu,, Namun hati selalu "muda" karena senantiasa bersemangat dan memiliki motivasi tinggi untuk hidup dan memperoleh keridhoanNYA,,untuk belajar dan belajar dan terus belajar agar selalu menjadi lebih baik... :

JADI,,TUNGGU APA LAGI SOBAT MUSLIMAH.,.YUK TUTUP AURAT,,Biar bisa "TEPE TEPE" alias TEBAR PESONA dihadapan ALLAH dan PaRA Malaikat,,agar MEREKA selalu menjaga dan mendoakan kebaikan buat kita..Gimana SETUJUUUUUUU... ????

:SEMOGA MANFAAT:

"MUHASABAH CINTA Q"

~humaira'~

YUK TUTUP AURAT,BIAR TERLIHAT INDAH DI MATA NYA... (n_n)

Sabtu, 14 Februari 2009

KURANGNYA MUTU PELAYANAN PETUGAS KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DIARE PADA BAYI BY HENI PURNAMA

TUGAS

KURANGNYA MUTU PELAYANAN PETUGAS KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PENYULUHAN TENTANG

PENYAKIT DIARE PADA BAYI

OLEH :

HENI PURNAMA

06042557

POLITEKNIK KESEHATAN PADANG

PRODI DIII KEBIDANAN PADANG

TAHUN 2009

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.................................................................... 1

1.2. Rumusan Masalah............................................................... 2

1.3. Tujuan Penulisan................................................................. 2

1.4. Manfaat Penelitian.............................................................. 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Diare

2.1.1. Pengertian Diare........................................................ 4

2.1.2. Penyebab diare........................................................... 4

2.1.3. Jenis-jenis Diare......................................................... 5

2.1.4. Pemeriksaan Bayi Diare............................................. 6

2.1.5. Cara Pencegahan Diare.............................................. 7

2.1.6. Penanggulangan Diare............................................... 7

2.2. Mutu........................................................................................ 8

BAB III. PEMBAHASAN

3.1. Kurangnya Pengetahuan Orang tua...................................... 10

3.2. Pentingnya penyuluhan terhadap orang tua........................... 11

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan.......................................................................... 13

4.2. Saran.................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada bulan pertama kelahirannya, bayi buang air besar sebanyak kurang lebih enam kali sehari. Namun, ada kalanya bayi BAB melebihi jumlah itu. Mencret pada bayi baru lahir terjadi karana proses adaptasi bayi terhadap makanan (Danuatmaja, 2003)

Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga, Departemen Kesehatan RI tahun 1996, 12 % penyebab kematian adalah diare. Disebutkan, akibat diare, dari 1.000 bayi, 70 bayi meninggal dunia sebelum merayakan ulang tahunnya yang pertama. Ditemukan pula bahwa dari tujuh bayi yang dikubur, satu diantaranya meninggal karena diare. Statistik menunjukkan bahwa setiap tahun diare menyerang 50 juta penduduk Indonesia, dan 2/3 nya adalah balita dengan korban meninggal sekitar 600.000 jiwa (Widjaja, 2003).

Menurut data profil 2002 AKB di Sumatera Barat pada usia 0-28 hari adalah 474 jiwa dari 82.926 jumlah lahir hidup dan pada usia 1 bulan - <>

Sampai saat ini penyakit diare / mencret masih merupakan salah satu penyakit terbanyak pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan, angka penderita antara 150-430 per 1.000 penduduk setahunnya. Dengan berbagai upaya, angka kematian bayi dan anak akibat diare di Rumah Sakit sekarang dapat ditekan menjadi kurang dari 3 persen.

Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB yang cukup banyak menyebabkan kematian. Bayi. Dikatakan diare bila keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali sehari dan lebih dari 3 kali sehari pada anak-anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lender saja (Ngastiyah, 2005).

Setiap bayi yang menderita diare terancam bahaya dehidrasi. Penilaian hidrasi penting dilakukan secara seksama, meliputi berat, ubun, turgor kulit dan pengisian kembali kapiler.

Neonatus memerlukan pendekatan yang berbeda karena kurangnya kapasitas mereka untuk menoleransi kekurangan cairan dan adanya diagnosis banding tambahan pada kelompok usia ini (Schwartz, M. William, 2004).

Kekurangan cairan sangat berbahaya bila terjadi pada bayi, untuk itu ibu perlu melakukan tindakan yang cepat dan tepat dengan membawa bayi dan anak kepetugas kesehatan, dimana tugas seorang petugas kesehatan memberikan solusi dan penanganan kepada anak dengan melakukan mutu pelayanan kesehatan. Mutu itu sendiri adalah : tingkat kepatuhan terhadap standard yang telah ditetapkan (Crosby,1984).

Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis memberi judul makalah ini dengan “Kurangnya Mutu pelayanan Petugas Kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang penyakit diare pada bayi ”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang diatas maka dapat dirumuskan masalahnya yaitu : “Kurangnya mutu pelayanan tenaga kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang penyakit diare pada bayi

1.3. Tujuan Penulisan

1.3.1. Tujuan Umum

Diketahuinya mutu pelayanan petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat.

1.3.2. Tujuan khusus

Diketahuinya mutu pelayanan petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang penyakit diare pada bayi.

1.4. Manfaat

Adapun manfaat dari mutu pelayanan kesehatan tersebut adalah : agar petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas kerjanya dalam memberikan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, serta dapat dijadikan pedoman kesehatan bagi masyarakat dalam membina keluarga yang sehat dan sejahtera.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Diare

2.1.1. Pengertian Diare

Diare adalah keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsisitensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Ngastiyah, 2003).

Diare merupakan “plesetan” dari bahasa kedokteran: diarrhea. Defenisi diare adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak (Widjaja, 2003).

Jika bayi atau anak tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekwensi atau jumlah buang air besar yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair dari pada padat maka itu adalah diare (www.infoibu.com).

Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret. Penderita buang air besar berkali-kali, 3-5 kali sehari, fesesnya encer dan kadang-kadang mengandung darah atau lender (www.allaboutgizi.wordpress.com)

2.1.2. Penyebab Diare

Diare disebabkan oleh faktor infeksi, malabsorbsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan, dan faktor psikologis.

v Faktor Infeksi

Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab utama diare pada anak. Jenis-jenis infeksi pada umumnya menyerang sebagai berikut:

a) Infeksi bakteri oleh kuman E.coli, salmonella, Vibrio cholerae (kolera), dan serangan bakteri lain yang jumlahnya berlebihan dan patogenik (menfaatkan kesempatan ketika kondisi tubuh lemah) seperti pseudomonas.

b) Infeksi basil (disentri) Infeksi virus enterovirus dan adenovirus

c) Infeksi parasit oleh cacing (askaris)

d) Infeksi jamur (candidiasis)

e) Infeksi akibat organ lain, seperti radang tonsil, bronchitis, dan radang tenggorokan.

f) Keracunan makanan.

v Faktor Malabsorbsi

a) Malabsorbsi karbohidrat. Pada bayi, kepekaan terhadap lactoglobulis dalam susu formula menyebabkan diare. Gejalanya berupa diare berat, tinja berbau sangat asam, sakit didaerah perut. Jika sering terkena diare ini, pertumbuhan anak akan terganggu.

b) Malabsorbsi Lemak. Dalam makanan terdapat lemak yang disebut tryglyserida. Tryglyserida, dengan bantuan kelenjar lipase, mengubah lemak menjadi micelles yang siap diabsorbsi usus. Jika tidak ada lipase dan terjadi kerusakan mukosa usus, diare dapat jadi muncul karena lemak tidak terserap dengan baik. Gejalanya adalah tinja mengandung lemak.

v Faktor Makanan

Makan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak lemak, mentah (sayuran), dan kurang matang.

v Faktor Psikologis

Rasa takut, cemas, dan tegang, jika terjadi pada anak, dapat menyebabkan diare kronis.

2.1.3. Jenis-jenis diare

· Diare Akut

Diare akut adalah diare yang dapat terjadi sewaktu-waktu tetapi gejalanya dapat berat. Penyababnya Sbb:

- Gangguan jasa renik / bakteri yang masuk kedalam usus halus setelah melewati berbagai rintangan asam lambung.

- Jasad renik yang berkembang pesat didalam usus halus.

- Racun yang disebabkan oleh bakteri

- Kelebihan cairan usus akibat racun.

· Diare Kronis atau Menahun atau Persisten

Pada diare menahun (kronis), kejadiannya lebih kompleks. Berikut beberapa factor yang menimbulkannya, terutama jika sering berulang pada anak.

- Gangguan Bakteri, jamur, dan parasit

- Malabsorbsi kalori

- Malabsorbsi lemak.

2.1.4. Pemeriksaan bayi diare

Table 2.1

Derajat Dehidrasi Batasan WHO (World Health Organization)

Tanda dan gejala

Dehidrasi D. ringan

D. sedang

D. berat

Keadaan umum

Denyut nadi

Pernafasan

Ubun-ubun

Kelopak mata

Air mata

Selaput lender

Elastisitas kulit

Air seni

Sakit, gelisah,haus

Normal: kurang dari 120/menit

Normal

Normal

Ada

Ada

Lembap

Jika dicubit, segera kembali normal

Normal

Gelisah, ngantuk, rewel

Cepat dan lemah: 120-140/menit

Dalam tapi cepat

Cekung

Cekung

Tidak ada

Kering

Untuk kembali normal lambat

Berkurang, berwarna tua

Ngantuk, lemas, dingin, berkeringat, pucat, dapat pingsan.

Cepat,halus, kadang tak teraba

Dalam, cepat

Sangat cekung

Sangat cekung

Sangat kering

Sangat kering

Untuk kembali normal sangat lambat

Tidak kencing

Sumber: Dehidrasi, Maurice King (dalam : Widjaj, 2003).

2.1.5. Cara pencegahan diare

a) Teruskan pemberian ASI

b) Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan

c) Cuci tangan dengan sabun setelah berak dan sebelum memberi makan anak

d) Menjaga kebersihan perabotan atau alat-alat bermain anak.

2.1.6. Penanggulangan diare

Penanggulangan berdasarkan diare berdasarkan akibat terjadinya :

a) Diare akibat bakteri atau kuman E.coli

Pengobatan terbaik untuk saat ini adalah dengan menggunakan colistin dan neomicyn.

b) Diare akibat kolera

- Memperbaiki dehidrasi dengan cairan elektrolit

- Mengatasi shock (pingsan)

- Membunuh kuman dengan Antibiotik dibawah pengawasan dokter.

c) Diare akibat Infeksi salmonella

Komplikasi berat dapat menyebabkan dehidrasi, jadi

penanganannya sebaiknya dilakukan di rumah sakit.

d) Diare akibat Infeksi basil (Disentri)

Jika terjadi dehidrasi berat disertai muntah-muntah, sebaiknya penderita segara dibawa kedokter atau rumah sakit.

e) Diare akibat virus

Pengobatannya sebaiknya dilakukan berdasarkan gejala yang timbul

f) Diare akibat cacing (Askaris)

Pengobatannya dilakukan di rumah sakit

g) Diare akibat infeksi jamur

Pengobatannya dilakukan di rumah sakit

2.2. Mutu

Mutu mengandung arti relative, kurang memberikan kesan tentang sesuatu hal yang konkret, karenanya pernyataan mutu selalu diiringi oleh kata sifat seperti tinggi, rendah, baik, buruk, dll, Sehingga sering kita mendengar orang berkata “Mobil marcedes itu mutunya lebih baik dari mobil Toyota, mutu input mahasisiwa baru Poltekkes Padang itu baik karena diterima hanya sekitar 10% dari pendaftar”. Dengan demikian mutu selalu dikaitkan dengan pembanding tertentu atau standard yang telah ditetapkan.

Banyak pakar yang mengemukakan pengertian mutu dari sisi pandang yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama, anatara lain;

1. Mutu adalah tingkat kepatuhan terhadap standard yang telah ditetapkan (Crosby,1984)

2. Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh sesuatu program (Donabedian, 1980)

3. Mutu adalah tingkat kesempurnaan dan penampilan sesuatu yang sedang diamati (Winston Dictionary, 1956).

Dari bahasan itu diketahui bahwa mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan hanya dapat diketahui apabila sebalumnya telah dilakukan penilaian terhadap kinerja, hasil penilaian itu dibandingkan dengan standard tertentu, karena itu mutu memiliki kaitan yang erat dengan kinerja dan standard. Sehubungan dengan itu untuk memahami mutu banyak hal yang harus ditelaah antara lain konsep PDCA, konsep kinerja, standard, konsep pendekatan sisitem, dan substansi yang dibahas dalam konsep-konsep mutu tersebut, dimana kosep-konsep tersebut saling terkait. Pemahaman terhadap kesalingterkaitan beberapa konsep itu sangat penting.

Mutu pelayanan kesehatan termasuk mutu pelayanan kebidanan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien serta tata cara pelaksanaan sesuai dengan kode etik dan standard profesi yang telah ditetapkan.


BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Kurangnya Pengetahuan Orang Tua

Penyebab diare telah dikemukakan lebih dahulu baik karena infeksi enteral maupun parenteral serta faktor lain. Tetapi mengingat ada beberapa faktor risiko yang ikut berperan dalam timbulnya diare yang kebanyakan karena kurangnya pengetahuan orang tua.

Pasien diare yang dirawat biasanya sudah dalam keadaan dehidrasi berat dengan rata-rata kehilangan cairan sebanyak 12,5% pada dehidrasi berat, Volume darah berkurang sehingga dapat terjadi renjatan hipovolemik dengan gejala denyut jantung menjadi cepat, nadi cepat dan kecil, tekanan darah menurun, pasien sangat lemah, kesadaran menurun. Akibat dehidrasi diuresisi berkurang (oliguria sampai anuria). Bila sudah terjadi asidosisi metabolis pasien akan tampak pucat dengan pernafasan yang cepat dan dalam (pernafasan kossmaul). Asidosisi metabolic terjadi kerena

· Kehilangan NaHCo3 melalui tinja diare

· Ketosisi kelaparan

· Produk-produk metabolic yang bersifat asam tidak dapat dikeluarkan (karena oliguria / anuria).

· Berpindahnya ion Natriun dari cairan ekstrasel ke cairan intrasel

· Penimbunan asam laktat (anoksia jaringan).

Tabel Kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut

berat badan pasien dan umur

Berat Badan

Umur

PWL

NWL

CWL

Jumlah

0-3 Kg

0-1 Bulan

150

125

25

300

3-10 Kg

1 Bulan-2 Tahun

125

100

25

250

10-15 Kg

2-5 Tahun

100

80

25

205

15-25 Kg

5-10 Tahun

80

25

25

130

Ket :

· PWL : Previous Water Loss (ml/kg BB) : cairan yang hilang karena muntah

· NWL : Normal Water Loss (ml/kg BB) : cairan hilang melalui urine, kulit, pernafasan

· CWL : Concomitan Water Loss (ml/kg BB) : cairan hilang karena muntah hebat

3.2. Pentingnya Penyuluhan terhadap Orang Tua

Adapun penyuluhan itu adalah :

a. Kebersihan perorangan pada anak. Mencuci tangan sebelum makan dan setiap habis bermain, memakai alas kaki jika bermain ditanah.

b. Membiasakan anak detelasi dijamban dan jamban harus selalu bersih agar tidak ada lalat.

c. Kebersihan lingkungan untuk menghindarkan adanya lalat.

d. Makanan harus selalu tertutup (jika diatas meja).

e. Kepada anak yang sudah dapat membeli makanan sendiri agar diajarkan untuk tidak membeli makanan yang dijajakan terbuka.

f. Air minum harus selalu dimasak. Bila sedang berjangkit penyakit diare selain air harus yang bersih juga perlu dimasak.

Berikan juga petunjuk bila anak menderita diare agar secepatnya diberi minum yang banyak (jelaskan apa perlunya) dan lebih baik dengan oralit / jika tidak ada dapat dengan larutan gula dan garam. Tetapi jika anak muntah lebih sering / buang air besar terus sehingga pemberian oralit tidak dapat menolong supaya segera dibawa berobat kepelayanan kesehatan agar tidak terlambat untuk mencegah anak tidak jatuh dalam keadaan dehidrasi berat. Dalam perjalanan agar anak terus diberi minum untuk mencegah bertambah beratnya dehidrasi.


BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Diare merupakan penyebab utama kematian pada bayi dan anak yang dapat terjadi pada siapa saja, semuanya telah dijelaskan pada bab I,II dan III yang dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut :

1. Diare adalah keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsisitensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Ngastiyah, 2003).

2. Adapun penyebab diare antara lain : faktor infeksi, malabsorbsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan, dan faktor psikologis.

3. Setiap bayi yang menderita diare terancam bahaya dehidrasi, dimana dehidrasi dibagi tiga tingkat yaitu : dehidrasi ringan, sedang dan berat.

4. Untuk mengatasi diare, tentunya perlu pula peranan seorang petugas kesehatan dengan memberikan mutu pelayanan kepada masyarakat. Mutu itu sendiri adalah : tingkat kepatuhan terhadap standard yang telah ditetapkan (Crosby,1984).

5. Berdasarkan pembahasan diatas, didapatkan hasil sebagai berikut : kurangnya mutu pelayanan petugas kesehatan terhadap masyarakat yang ditandai dengan banyaknya bayi dan anak menderita diare (dapat dilihat diatas)

4.2. Saran

Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Bila bayi dan anak terkena diare, maka ibu sebaiknya segera memberikan pertolongan dengan cara memberikan cairan oralit ataupun cairan gula dan garam.

2. Bila diare belum juga berhenti, maka segeralah bawa anak ke petugas kesehatan.

3. Bila anak masih minum ASI, maka teruskan pemberian ASI.

4. Perhatikan gizi dan makanan anak.

5. Jagalah kebersihan lingkungan.

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template