Kamis, 05 Februari 2009

Jahe meredakan morning sickness

Makalah

Jahe meredakan morning sickness

Oleh

Fina Elfianti

06042554

3 A

Politeknik Kesehatan Padang

Jurusan Kebidanan

2008/2009

Kata Pengantar

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua sampai saat ini.

Salawat dan salam tak lupa kita hadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke zaman bertoknologi seperti ini.

Terima kasih penulis ucapkan kepada semua yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis sehingga dapat mnyelesaikan tugas Asuhan Kebidanan I yang berjudul ‘Jahe Dapat Meredakan Morning Sicness’.

Dan terutama kepada keluarga dan teman-teman yang telah membantu dalam memberikan saran dan kritik. Wassalam.

Padang, 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Morning sickness adalah gejala umum yang terjadi pada ibu hamil pada TM I. Hal ini tentu mengkhawatirkan sebagian besar para ibu dan keluarga karena ibu menjadi sering tidak enak badan dan mengganggu aktifitas ibu apalagi disertai dengan mual dan muntah yang menyebabkan makanan yang sudah dimakan dikeluarkan kembali.

Banyak cara dilakukan untuk meredakan gejala ini. Dipercaya “jahe”menjadi salah satu alternative yang dapat meredakannya, setidaknya meminimalisasi gangguan tersebut. Aroma khas dan rasanya yang hangat mempunyai cara tersendiri untuk mengurangi gajala tersebut. Namun sampai saat ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahi apa yang terkandung dalam jahe ini.

1.2 Permasalahan

Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini morning sickness diredakan dengan mengkonsumsi placebo atau obat inaktif seperti vitamin B 6. Namun bahan-bahan ini dilaporkan adanya efek samping seperti sakit kepala, diare, rasa mengantuk. Apakah jahe juga akan menjadi salah satu bahan aman yang dapat dipakai untuk meredakan gejala ini.

1.3 Tujuan

Penulis membuat makalah ini bertujuan untuk:

  1. Menyelesaikan tugas komputer
  2. Mengetahui isu terkini mengenai kehamilan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pembahasan tentang Jahe

Jahe sudah tak asing lagi terdengar bagi sebagian orang karena merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang mempunyai multifungsi antara lain sebagai bumbu masak, penghangat badan, bahkan sampai pereda mual dan muntah bagi ibu hamil muda yang lebih dikenal sebagai morning sickness.

Jahe atau Zingiber officinale-rose merupakan anggota famili Zingiberacea. Di Sumatera dikenal dengan nama halia, beuing, bahing, pege, sipode, lahia, jahi. Di Jawa disebut jahe, jhai, jae,. Sementara di Nusa Tenggara disebut jahya, lahya, reja, jae. Di Kalimantan dikenal dengan halia, pedas, pemedas. Untuk di Sulawesi dengan luya, liya, melito, laia. Dan di Maluku disebut saya, pusu, siwei, dan goraka.

Bagian yang banyak dimanfaatkan serta paling bermanfaat dari tanaman ini adalah rimpannya karena mengandung minyak asiri 2-3 % (terdiri dari zingiberin , kemfari, limonen, borneol, sineol, zingiberol, ginggerol, dan shogaol). Minnyak dammar yang mengandung zingeron, pati, dammar, asam-asam organic, asam malat, asam oksalat, dan ginggerin. Rimpanng jahe mempunyai aktifitas sebagai anti peradangan.

Jahe banyak dibuat oleh masyarakat sebagai wedang atau bajigur yang bila diminum dapat menghangatkan serta menyehatkan badan. Dan dapat pula digunakan untuk mengobati sinusitis, penyakit kulit, batuk, gatal-gatal,obat kuat, bahkan untuk perut kembung dan dapat mengatasi mual seperti yang dialami ibu yang tengah hamil muda pada TM I yang pada umumnya sangat mengganggu aktifitas keseharian ibu.

Menurut sebuah ulasan oleh jurnal Obsteri dan Ginekologi, jahe dapat membantu para wanita hamil, ditemukan bahwa jahe berfungsi lebih baik daripada placebo dan vitamin B6, yang selama ini menunjuka fungsinya dalam mengurangi mual dan muntah pad beberapa wanita hamil.

Wanita hamil yang mengkonsumsi jahe tidak mengalami gangguan dalam kehamilannya. “Jahe dapat menjadi terapi yang efektif uuntuk mengatasi rasa mual dan muntah dalam kehamilan,” kata dr. Francesca Borelli dari Univercity of Naples Frederico di Italia. Namun perlu ditekankan bahwa data ini masih bersifat awal, dan masih dibutuhkan beberapa penelitian lebih lanjut untuk dikonfirmasikan bahwa jahe benar-benar aman bagi wanita hamil.

Dalam empat penelitian yang melibatkan 264 wanita, jahe selalu mengungguli placebo dalam mengatasi rasa mual dan muntah, bahkan pada wanita yang mengalami morning sickness yang berat yang disebut Hyperemesis gravidarum. Para partisipan secara acak diberikan kapsul yang mengandung 350 mg jahe, atau vitamin B6 sebanyak 3x sehari selama 3 minggu. Ditemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi rasa mual dan muntah. Gejala morning sickness dapat diatasi pada lebih dari separuh jumlah wanita dalm setiap kelompok tersebut. Beberapa penelitian melaporkan adnya efek samping seperti sakit kepala, diare, dan rasa mengantuk. Namun, tidak terdapat perbedaan mengenai hasil kehamilan antara wanita yang mengonsumsi placebo, vitamin B6, ataupun jahe. . Namun penggunaan jahe ini tidak boleh terlalu banyak karena dapat merangsang rahim.

2.2 Pembahasan tentang Morning Sickness

Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada ibu hamil TM I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari (morning sickness) tetapi dapat pula timbul pada malam hari. Gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primi gravida dan 40-60 % pada multigravida.

Perasaan mual ini disebabkan oleh karena peningkatan kadar hormone esterogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiolgis keneikan hormone ini belum jelas, mengkin karena system saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Perubahan–perubahan anatomic pada otak, jantung hati, dan susunan saraf disebabkan oleh kekurangan vitamin- vitamin khususnya vitamin B6 serta zat-zat lain akibat inanisi.

2.2.1 Gejala yang ditimbulkan

Gejala yang ditunjukkan sama halnya seperti pada Hyperemesisi gravidarum tingkat I karena batasan antara mual yang masih bersifat fisiologis seperti morning sicknss dengan hyperemesis gravidarum tidak ada hanya tergantung dari pengaruhnya terhadap keadaan umum ibu yaitu muntah khususnya pagi hari, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun, dan ras nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 per menit, tekanan turgor, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah mongering, dan mata cekung.

2.2.2 Penanganan

Sama halnya dengan penanganan pada hyperemesis ringan yaitu dengan:

  1. Memberikan informasi dam edukasi tentang kehamilan kepada ibu hamil dengan maksud menghilangkan factor psiki rasa takut. Juga tentang diet ibu hamil, makan jangan sekaligus banyak, tetapi dalam porsi sedikit – sedikit namun sering, jangan tiba-tiba berdiri karena akan terasa oyong, mual, dan muntah. Defekasi hendaknya diusahakan teratur.
  2. Terapi obat, menggunakan sedative (Luminal, Stesoloid); vitamin B1 dan B6; anti muntah (Mediamer B6, Drammamin, Avopreg, Avomin, Torecan); antasida dan anti mulas.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jahe dipercaya selain untuk bahan masak dapat pula digunakan sebagai pereda morning sickness. Bahan yang dikandung oleh jahe diperkirakan sama dengan yang dikandung oleh placebo dan vitamin B6.

Salah satu penyebab morning sickness adalah kekurangan vitamin B6 selain dari peningkatan kada esterogen dan HCG, oleh karena itu jahe pun dapat dijadikan sebagai salah satu dari alternative untuk meredakan gejala- gejal morning sickness seperti mual, muntah, 6 L, kurang nafsu makan, berat badan turun, dan lain-lain.

3.2 Kritik dan Saran

Semoga pembuatan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sehingga memberikan setidaknya sedikit pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu hamil mengenai kehamilannya khususnya untuk meredakan gejala yang sering dialami pada TM I yaitu morning sickness.

Sebelumnya penulis meminta maaf apabila ada kata-kata dalam pembuatan makalah ini yang kurang berkenan. Dan apabila ada kritik dan saran di dalam makalah ini, penulis akan menerima kritik dan saran yang membangun guna memacu semangat penulis untuk memperbaiki kesalahan dan berusaha untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang. Sebelum dan sesudahnya penulis menggucapkan terima kasih.

Wassalam wr.wb.

0 komentar:

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template